-->

Wednesday, March 25, 2015

ALAT PENGOLAHAN TANAH SEKUNDER (GARU PIRING) DAN PENGENALAN BAGIAN-BAGIAN MESIN TRAKTOR




ALAT PENGOLAHAN TANAH SEKUNDER (GARU PIRING) DAN
PENGENALAN BAGIAN-BAGIAN MESIN TRAKTOR
(Laporan Praktikum Mata Kuliah Alat dan Mesin Pertanian)

Oleh:
Hendri Setiawan
1314071028

1.jpg

LABORATORIUM DAYA, ALAT, DAN MESIN PERTANIAN
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015



I.                   PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Pada pengolahan tanah primer sudah dijelaskan pada praktikum sebelumnya bahwa pengolahan tanah primer hanya membalikkan tanah masih dalam kondisi bongkahan besar. Prinsip pengolahan tanah sendiri adalah mengolah tanah agar dapat ditanami kembali. Pengolahan sendiri dapat menyuburkan tanaman dibandingkan tidak diolah. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan tanah lanjut guna membersihkan gulma yang masih ada setelah proses pengolahan primer.
Dari keterangan di atas, sudah jelas bahwa sebenarnya pengolahan tanah sekunder masih sangat diperlukan. Oleh karena itu, pada praktikum kali ini akan melakukan pengenalan terhadap alat yang digunakan untuk mengolah tanah secara sekunder.
2.2       Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah:
a.       Mahasiswa mengetahui macam-macam alat pengolahan tanah sekunder.
b.      Mahasiswa mengerti fungsi dari garu piring serta aplikasinya.
c.       Mahasiswa mengetahui macam-macam bagian garu piring dan macam-macam penyusunan rangkanya.







II.                TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Peranan Tanah
Dalam bercocok tanam, tanah merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman, karena tanah memiliki peranan penting antara lain : 1.Sebagai tempat tumbuh dan tempat perkembangan akar. 2.Menyediakan unsur hara dan air bagi tanaman. 3.Menyediakan air bagi tanaman. 4.Merupakan media bagi pertumbuhan flora dan fauna, khususnya mikroflora dan mikrofauna yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman. (Hakim, 1986).
Sifat fisik dan kimia tanah sangat erat hubunganya dengan jenis dan kondisi tanah serta iklim setempat, dimana langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sifat tanah yang baik selain dipengaruhi oleh bahan induk dan proses pembentukannya juga oleh tindakan pengolahan tanah. Struktur, tekstur dan solum tanah mempengaruhi aerasi tanah, perkembangan atau dalamnya perakaran dan perkembangan faktor biotis. Dari hal tersebut diatas maka dalam budidaya tanaman masalah pengolahan tanah perlu mendapat perhatian.(Sachez, 1993).
2.2       Fungsi Pengolahan Tanah
Fungsi tanah yang primer menurut Haryadi (1988) adalah :1. Memberikan unsur-unsur mineral, melayani baik sebagai medium pertukaran maupun sebagai tempat persediaan. 2. Memberikan air dan melayaninya sebagai perubahan. 3.Melayani tanaman sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak. Untuk mendapatkan tanah yang bagus, maka pengolahan tanah disesuaikan dengan kondisi lingkungan antara lain ;  iklim, keadaan tanah, jenis tanaman dan saat tanam.
Pengolahan tanah dimaksudkan untuk memecahkan gumpalan tanah menjadi gembur dan mengatur kesuburan tanah sehingga sesuai untuk ditanami. Pengolahan tanah bertujuan untuk : 1. Menciptakan struktur yang ideal bagi tanaman sehingga pertumbuhan tanaman menjadi baik. 2. Membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman. 3. Memperbaiki aerasi dan drainase. Untuk mencapai tujuan tersebut biasanya pengolahan tanah dilakukan beberapakali. Cara dan saat pengolahan tanah disesuaikan dengan kondisi lingkunganantara lain :1.Pengolahan tanah dengan tenaga manusia. 2.Pengolahan tanah dengan tenaga hewan.(ternak). 3.Pengolahan tanah dengan tenaga mesin.
2.3       Garu Piring
Gambar 43. Garu piring aksi tunggal
Apabila posisi garu piring dalam penggandengannya dengan traktor menyamping, maka garu tersebut disebut garu offset. Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan (bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).
Gambar 44. Garu piring aksi ganda
Piringan dapat bersisi rata atau bergerigi. Piringan yang bergerigi biasanya digunakan pada lahan yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum berkisar antara 45 sampai 60 cm, sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara 65sampai70cm. Piringan dipasang pada suatu as yang berbentuk persegi dengan jarak antara 15 sampai 22 cm, atau 25 sampai 30 untuk tugas berat dan masing-maing dipisahkan oleh gelondong(spool).Masing-masing as (gang) diikat ke rangka melalui standar yang berdiri pada bantalan. Untuk garu yang ringan satu as mempunyai dua bantalan, sedangkan yang berat lebih dari dua bantalan. Pada ujung as di bagian cembung piringan ditempatkan bumber berupa besi tuang yang cukup berat untuk menambah tekanan ke samping. Apabila garu piring tidak cukup berat untuk memecah tanah, maka dapat ditambah beban yang ditempatkan pada kotak pemberat. Untuk membersihkan tanah yang melekat pada piringan, biasanya setiap piringan dilengkapi dengan pengeruk tanah (scraper) yang diikat pada rangka (Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI).







III.             METODOLOGI

3.1       Waktu dan Tempat
Praktikum Mata kuliah Alat dan Mesin Pertanian yang berjudul Alat Pengolahan Tanah Sekunder (Garu Piring) dan Pengenalan Bagian-bagian Mesin Traktor ini dilaksanakan pada hari rabu, 18 Maret 2015 pukul 08:00 – 10:00 WIB. Tempat paktikum yaitu di Laboratorium Daya, Alat dan Mesin Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
3.2       Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah meteran, buku tulis, pena, dan alat penghitung.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah garu piring dan traktor pertanian.








3.3       Diagram alir
Rounded Rectangle: Dilakukan pembukaan praktikum oleh asisten dan dilakukan pengenalan terhadap garu piring 


 

































IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       Hasil
Adapun hasil dari praktikum ini dapat dilhat pada tabel di bawah ini:
Tipe Garu
Pengukuran
Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tinggi (cm)
Bergerigi
180
190
105
Non-Bergerigi
190
170
100
4.2       Pembahasan
4.2.1    Proses Praktikum
Pada praktikum kali ini kita akan melakukan pengenalan terhadap garu piring dan bagian-bagian mesin traktor. Awal praktikum yaitu mengenalkan bagian dari garu piring. Seperti piringan dan as. Untuk garu piring sendiri ada dua macam, yaitu yang bergerigi dan non- begerigi. Setelah melakukan pengenalan yaitu selanjutnya melakukan pengukuran terhadap garu piring. Parameter yang digunakan yaitu panjang garu, lebar garu, dan tinggi garu. Setiap garu berbeda-beda karena penyusunan rangka yang tidak sama ukurannya. Setelah pengukuran selesai, maka selanjutnya yaitu mengenalkan alat penggerak garu yaitu traktor pertanian. Pengenalan meliputi bgian mesin traktor seperti radiator, kipas, dan lain-lain. Setelah itu dilakukan pengarahan oleh asisten dosen untuk laporan praktikum.
4.2.3    Pengertian Garu Piring
Garu piring merupakan alat pengolahan tanah sekunder. Karena penggunaan garu piring yaitu setelah pengolahan tanah primer yaitu pembajakan. Oleh karena itu garu tidak sama dengan pembajakan. Prinsip dari garu sendiri adalah menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah setelah dibajak. Kedalaman penggaruan sendiri tidak seperti pembajakan yaitu sekitar 15 sampai 25 cm.
4.2.4    Bagian-bagian Garu Piring
Garu piring terdiri dari 3 rangka utama. Sedangkan bagian dari garu piring sendiri memiliki fungsi yang mirip dengan bajak. Hanya ada sedikit perbedaan karena fungsi kedua alat berbeda. Bagian dari garu piring sendiri yaitu piringan, poros piringan, rangka, bantalan, bumper, kotak pemberat, pembersih tanah (Scrapper). Garu piring sendiri memiliki macam-macam jenis yaitu yang bergerigi dan yang tidak bergerigi (piringan).
Dalam susunan rangkanya garu piring ada beberapa jenis yaitu one way, two way, dan off site. One way yaitu rangka yang hanya memiliki satu rangka pada satu rangkaian garu. Two way yaitu rangka yang memiliki dua rangka pada satu rangkaian garu. Off site yaitu rangka yang memiliki dua rangka  namun berbentuk seperti V yaitu memiliki sudut antar 150-300. Untuk pengolahan tanah pada kondisi miring sebaiknya tidak menggunakan garu yang off site, karena akan membuat traktor berjalan memutar.
4.2.5    Traktor
Traktor merupakan mesin pertanian yang digunakan untuk melakukan penarikan terhadap alat pertanian seperti bajak dan garu. Traktor sendiri memiliki beberapa jenis menurut daya dan ukurannya. Pada kali ini kita hanya melakukan praktikum pengenalan bagian-bagian dari mesin traktor saja. Bagian-bagian yang dikenalkan dari mesin traktor ini antara lain yaitu radiator sebagai pendingin, termostat sebagai starter dan lain-lain.


























V.                KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu:
1.      Garu piring terbagi menjadi dua jenis yaitu yang bergerigi dan non-bergerigi.
2.      Pemasangan implemen garu memiliki tiga tipe yaitu one way, two way dan off site.
3.      Garu berfungsi sebagai pengolah tanah sekunder yaitu setelah dilakukan pembajakan terhadap tanah.
4.      Tenaga penggerak garu yaitu traktor pertanian.
5.      Bagian dari garu sendiri yaitu piringan, poros piringan, rangka, bantalan, bumper, kotak pemberat, pembersih tanah (Scrapper).

































DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2013. Alat Mesin Pertanian. Jakarta.
Hakim, Nurhajati, dkk. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.
Lampung.
Haryadi, M.M. Sri Setyati. 1988. Pengantar Agronomi. PT Gramedia, Jakarta.
Sanchez, Pedro A. 1993. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. Penerbit ITB,
Bandung.




















LAMPIRAN








Tinggi Garu rotari.jpg
Pengukuran Tinggi Garu Bergerigi
Tinggi garu piringan.jpg
Pengukuran Tinggi Garu Tidak Bergerigi

Panajang garupiringan.jpg
Pengukuran Panjang Garu Tidak Bergerigi
Lebar garu piringan.jpg
Pengukuran Lebar Garu Tidak Bergerigi

0 comments:

Post a Comment

Kontak Saya

No. WhatsApp:

+62 852 9091 95XX

Alamat:

Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang,
Kota Semarang, Jawa Tengah

Email:

hendriseetiawan@gmail.com