Focus Group Discussion (FGD)
Focus Group Discussion (FGD)
Focus
Group Discussion/FGD atau diskusi kelompok
terfokus merupakan suatu metode pengumpulan data yang lazim digunakan pada
penelitian kualitatif sosial, tidak terkecuali pada penelitian keperawatan.
Metode ini mengandalkan perolehan data atau informasi dari suatu interaksi
informan atau responden berdasarkan hasil diskusi dalam suatu kelompok yang
berfokus untuk melakukan bahasan dalam menyelesaikan permasalahan tertentu.
Data atau informasi yang diperoleh melalui teknik ini, selain merupakan
informasi kelompok, juga merupakan suatu pendapat dan keputusan kelompok
tersebut. Keunggulan penggunaan metode FGD adalah memberikan data yang lebih
kaya dan memberikan nilai tambah pada data yang tidak diperoleh ketika
menggunakan metode pengumpulan data lainnya, terutama dalam penelitian
kuantitatif (Lehoux, Poland, & Daudelin, 2006).
FGD
sebagai suatu metode pengumpulan data memiliki berbagai kelebihan/kekuatan dan
keterbatasan. Saat ini FGD menjadi populer sebagai salah satu alternatif dalam
mengumpulkan data kualitatif dalam berbagai penelitian keperawatan. Hal ini
terbukti dengan banyaknya publikasi keperawatan yang menggunakan metode
pengumpulan datanya melalui metode FGD.
Tulisan
ini membahas tentang definisi dan tujuan FGD sebagai metode pengumpulan data,
mengidentifikasi karakteristik metode FGD, menganalisis berbagai kekuatan dan
keterbatasan data/informasi yang diperoleh melalui metode FGD, dan penggunaan
metode FGD dalam penelitian keperawat.
Definisi
Dan Tujuan Metode Fgd
Pendefinisian
metode FGD berhubungan erat dengan alasan atau justifikasi utama penggunaan FGD
itu sendiri sebagai metode pengumpulan data dari suatu penelitian. Justifikasi
utama penggunaan FGD adalah memperoleh data/informasi yang kaya akan berbagai
pengalaman sosial dari interaksi para individu yang berada dalam suatu kelompok
diskusi. Definisi awal tentang metode FGD menurut Kitzinger dan Barbour (1999)
adalah melakukan eksplorasi suatu isu/fenomena khusus dari diskusi suatu
kelompok individu yang berfokus pada aktivitas bersama diantara para individu
yang terlibat didalamnya untuk menghasilkan suatu kesepakatan bersama.
Aktivitas para individu/ partisipan yang terlibat dalam kelompok diskusi
tersebut antara lain saling berbicara dan berinteraksi dalam memberikan
pertanyaan, dan memberikan komentar satu dengan lainnya tentang pengalaman atau
pendapat diantara mereka terhadap suatu permasalahan/isu sosial untuk
didefinisikan atau diselesaikan dalam kelompok diskusi tersebut.
Hal
senada tentang metode FGD, Hollander (2004), Duggleby (2005), dan Lehoux et al.
(2006) mendefinisikan metode FGD sebagai suatu metode untuk memperoleh produk
data/informasi melalui interaksi sosial sekelompok individu yang dalam
interaksi tersebut, sesama individu saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
Lebih rinci, Hollander (2004) menjelaskan bahwa interaksi sosial sekelompok
individu tersebut dapat saling mempengaruhi dan menghasilkan data/informasi
jika memiliki kesamaan dalam hal, antara lain memiliki kesamaan karakteristik
individu secara umum, kesamaan status sosial, kesamaan isu/ permasalahan, dan
kesamaan relasi/hubungan secara sosial.
Metode
FGD banyak digunakan oleh para peneliti untuk mengeksplorasi suatu rentang
fenomena pengalaman hidup sepanjang siklus hidup manusia melalui interaksi
sosial dirinya dalam kelompoknya (Brajtman 2005, Oluwatosin 2005, van
Teijlingen & Pitchforth 2006).
Tujuan
utama metode FGD adalah untuk memperoleh interaksi data yang dihasilkan dari
suatu diskusi sekelompok partisipan/responden dalam hal meningkatkan kedalaman
informasi menyingkap berbagai aspek suatu fenomena kehidupan, sehingga fenomena
tersebut dapat didefinisikan dan diberi penjelasan. Data dari hasil interaksi
dalam diskusi kelompok tersebut dapat memfokuskan atau memberi penekanan pada
kesamaan dan perbedaan pengalaman dan memberikan informasi/data yang padat
tentang suatu perspektif yang dihasilkan dari hasil diskusi kelompok tersebut.
Karakteristik
Metode Fgd
Metode
FGD merupakan salah satu metode pengumpulan data penelitian dengan hasil akhir
memberikan data yang berasal dari hasil interaksi sejumlah partisipan suatu
penelitian, seperti umumnya metode-metode pengumpulan data lainnya. Berbeda
dengan metode pengumpul data lainnya, metode FGD memiliki sejumlah
karakteristik, diantaranya, merupakan metode pengumpul data untuk jenis
penelitian kualitatif dan data yang dihasilkan berasal dari eksplorasi
interaksi sosial yang terjadi ketika proses diskusi yang dilakukan para
informan yang terlibat (Lehoux, Poland, & Daudelin, 2006).
Karakteristik
pelaksanaan kegiatan FGD dilakukan secara obyektif dan bersifat eksternal. FGD
membutuhkan fasilitator/moderator terlatih dan terandalkan untuk memfasilitasi
diskusi agar interaksi yang terjadi diantara partisipan terfokus pada
penyelesaian masalah. Carey (1994) menjelaskan karakteristik pelaksanaan metode
FGD yaitu menggunakan wawancara semi struktur kepada suatu kelompok individu
dengan seorang moderator yang memimpin diskusi dengan tatanan informal dan
bertujuan mengumpulkan data atau informasi tentang topik isu tertentu. Metode
FGD memiliki karakteristik jumlah individu yang cukup bervariasi untuk satu
kelompok diskusi. Satu kelompok diskusi dapat terdiri dari 4 sampai 8 individu
(Kitzinger, 1996; Twin, 1998) atau 6 sampai 10 individu (Howard, Hubelbank,&
Moore,1999).
Karakteristik
permasalahan/isu yang dapat diperoleh datanya melalui metode FGD adalah isu/
masalah untuk memperoleh pemahaman tentang berbagai cara yang membentuk
perilaku dan sikap sekelompok individu atau untuk mengetahui persepsi, wawasan,
dan penjelasan tentang isu sosial yang tidak bersifat personal, umum, dan tidak
mengancam kehidupan pribadi seseorang (Lehoux, Poland, & Daudelin, 2006).
Dengan demikian, tidak semua permasalahan/isu dapat dikumpulkan datanya melalui
metode FGD.
Data
yang dikumpulkan melalui metode FGD pada umumnya berhubungan dengan berbagai
peristiwa atau isu-isu sosial di masyarakat yang dapat memunculkan stigma buruk
bagi individu atau kelompok tertentu. Informasi yang diperlukan dari individu
atau kelompok tersebut tidak memungkinkan diperoleh dengan metode pengumpulan
data lainnya. Namun, metode FGD kurang tepat untuk memperoleh topik/data yang
bersifat sangat personal seperti isu-isu sensitif kehidupan pribadi, status
kesehatan, kehidupan seksual, masalah keuangan, dan agama yang bersifat
personal (Kitzinger, 1996; Lehoux, Poland, & Daudelin, 2006).
Kekuatan
Dan Kelemahan Metode Fgd
Berbagai
penelitian kualitatif banyak menggunakan metode FGD sebagai alat pengumpulan
data. Sebagai salah satu metode pengumpulan data, metode FGD memiliki berbagai
kekuatan dan keterbatasan dalam penyediaan data/ informasi. Sebagai contoh,
metode FGD memberikan lebih banyak data dibanding dengan menggunakan metode
lainnya (Lehoux, Poland, & Daudelin, 2006). Kekuatan utama metode FGD
adalah kemampuan menggunakan interaksi antar partisipan untuk memperoleh
kedalaman dan kekayaan data yang lebih padat yang tidak diperoleh dari hasil
wawancara mendalam.
Carey
(1994) menjelaskan bahwa informasi atau data yang diperoleh melalui FGD lebih
kaya atau lebih informatif dibanding dengan data yang diperoleh dengan
metode-metode pengumpulan data lainnya. Hal ini dimungkinkan karena partisipasi
individu dalam memberikan data dapat meningkat jika mereka berada dalam suatu
kelompok diskusi. Namun, metode ini tidak terlepas dari berbagai tantangan dan
kesulitan dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan yang optimal dari metode FGD masih
seringkali menjadi bahan perdebatan para ahli penelitian dan konsensus untuk
menyepakati metode FGD sebagai metodologi yang ideal dalam penelitian
kualitatif masih belum dicapai (McLafferty, 2004).
Metode
FGD berdasarkan segi kepraktisan dan biaya merupakan metode pengumpulan data
yang hemat biaya/tidak mahal, fleksibel, praktis, elaborasif serta dapat
mengumpulkan data yang lebih banyak dari responden dalam waktu yang singkat
(Streubert & Carpenter, 2003). Selain itu, metode FGD memfasilitasi kebebasan
berpendapat para individu yang terlibat dan memungkinkan para peneliti
meningkatkan jumlah sampel penelitian mereka. Dari segi validitas, metode FGD
merupakan metode yang memiliki tingkat high face validity dan
secara umum berorientasi pada prosedur penelitian (Lehoux, Poland, &
Daudelin, 2006).
Metode
FGD juga memiliki beberapa keterbatasan sebagai alat pengumpulan data. Dari
segi analisis, data yang diperoleh melalui FGD memiliki tingkat kesulitan yang
tinggi untuk dianalisis dan banyak membutuhkan waktu. Selain itu, kelompok
diskusi yang bervariasi dapat menambah kesulitan ketika dilakukan analisis dari
data yang sudah terkumpul. Pengaruh seorang moderator atau pewawancara juga
sangat menentukan hasil akhir pengumpulan data (Leung et al., 2005). Selanjutnya,
dari segi pelaksanaan, metode FGD membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk
keberlangsungan interaksi yang optimal dari para peserta diskusi (Lambert &
Loiselle, 2008). Keterbatasan lainnya dari penggunaan metode FGD dapat terjadi
pada umumnya karena peneliti seringkali kurang dapat mengontrol jalannya
diskusi dengan tepat.
Aktivitas
para individu dalam bertanya dan mengemukakan pendapat cukup bervariasi,
terutama jika terdapat individu yang mendominasi diskusi kelompok tersebut
sehingga dapat mempengaruhi pendapat individu yang lain dalam kelompok.
Disinilah pentingnya peran peneliti sebagai fasilitator yang terlatih dan
terandalkan dalam kelompok untuk mencegah terjadinya hal tersebut di atas
(Steubert & Carpenter, 2003). Selain itu, Lambert dan Loiselle (2008)
menyatakan bahwa penggunaan metode FGD membutuhkan kombinasi dengan alat
pengumpulan data lainnya untuk meningkatkan kekayaan data dan menjadikan data
yang dihasilkan menjadi lebih bernilai dan lebih informatif untuk menjawab
permasalahan suatu penelitian.
Penggunaan
Metode Fgd Dalam Penelitian Keperawatan
Metode
FGD banyak digunakan pada berbagai studi sosial yang lebih kompleks, tidak
terkecuali pada area keperawatan yang banyak mempelajari berbagai keunikan
kehidupan sosial manusia sebagai kliennya. Penggunaan metode FGD banyak
dilaporkan penggunaannya dalam berbagai topik, pada area praktik manajemen
keperawatan maupun pendidikan keperawatan. Saat ini, metode FGD banyak
digunakan para manajer perawat dalam melakukan evaluasi berbagai program
pendidikan untuk para pasien (Leung et al., 2005). Di area pendidikan
keperawatan, Howard, Hubelbank,& Moore (1999) mempelajari evaluasi para
mahasiswa perawat setelah lulus dari pendidikan. Maclntosh (1993) mempelajari
berbagai strategi pembelajaran jarak jauh melalui kegiatan telekonferensi untuk
para mahasiswa perawat yang mengeksplorasi secara mendalam bagaimana para
mahasiswa perawat tersebut mempertahankan partisipasi kelas jauh mereka.
Selanjutnya, McKinley et al. (1997) juga mengembangkan alat ukur untuk
mengevaluasi tingkat kepuasan pasien yang memperoleh pelayanan keperawatan
prima.
Penggunaan
metode FGD juga telah dilaporkan di area penelitian keperawatan untuk
mempelajari fenomena kehidupan dan isu-isu sosial yang dialami manusia
sepanjang rentang kehidupan. Sebagai contoh, penggunaan metode FGD pada area
keperawatan komunitas telah digunakan oleh Oluwatosin (2005) dalam
mengembangkan alat pengkajian untuk mempelajari kesehatan suatu komunitas dan
Carey (1994) menggunakan metode FGD untuk mengeksplorasi kepercayaan dan
perilaku masyarakat terhadap AIDS. Powell et al. (1996) juga menggunakan metode
FGD untuk meningkatkan validitas dari suatu alat ukur kesehatan mental.
Peneliti lainnya yaitu Millar et al. (1996) telah mengumpulkan data tentang tingkat
kepuasan perawat dan kliennya terhadap pelayanan kesehatan melalui metode FGD.
DAFTAR
PUSTAKA
Brajtman, S.
(2005). Helping the family through the experience of terminal
restlessness.
Journal of Hospice and Palliative Nursing, 7, 2, 73.
Howard, E.,
Hubelbank, J. & Moore, P. (1999). Employer evaluation of
graduates:
use of the focus group. Nurse Educator, 14(5), 38-41.
Kitzinger, J.
(1994). The methodology of focus group interviews: the importance
of interaction between research
participants. Sociology of Health and Illness, 16, 103-121.
_________. (1996). Introducing focus groups. British Medical Journal, 311,
299-302.
Lehoux P., Blake P. & Daudelin, G.
(2006). Focus group research and ‘‘the
patient’s view’’. Social Science
and Medicine, 63, 2091-2104.
McLafferty, I.
(2004). Focus group interviews as a data collecting strategy.
Journal
of Advanced Nursing, 48, 187-194.
Merybude.
2012 http://ungubudeku.blogspot.com/ Diakses pada 30 April 2015
Nasdian. 2014. Pengembangan
Masyarakat. Jakarta (ID): Yayasan Pustaka Obor
Indonesia.
0 comments:
Post a Comment